KVIBES.ID, JAKARTA - Nama Awich bukan lagi sekadar ikon hip hop Jepang. Ia telah menjelma menjadi representasi suara Asia di panggung global.
Lewat arsip wawancara eksklusif bersama KVibes pada Maret 2025, kami mengajak pembaca menengok kembali percakapan intim dengan Awich tentang perjalanan, identitas, dan bagaimana ia terus mendobrak batas lewat musik.
Percakapan ini sendiri berlangsung tidak lama setelah Awich berkunjung ke Jakarta, di sela agenda internasionalnya. Kunjungan singkat tersebut menjadi konteks dari obrolan kami bukan sekadar cerita tentang kota yang ia datangi, melainkan ruang refleksi atas perjalanan panjang yang telah ia tempuh.
Baca Juga: TWS Dikabarkan Akan Mengadakan Konser di KSPO DOME pada Bulan Juni
Baca Juga: Sesama Anggota 2NE1 Sandara Park dan Park Bom Saling Unfollow Akun Instagram Masing-masing
Untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Jakarta, Awich langsung merasakan energi kota yang menurutnya sangat hidup. Ia bercerita tentang suasana klub, antusiasme penonton, hingga kesan sederhana lewat makanan lokal seperti nasi goreng dan sate.
Jakarta, baginya, menjadi potongan kecil dari perjalanan global yang terus ia jalani bukan tujuan akhir, melainkan persinggahan yang memberi warna.
Perjalanan karier Awich tak pernah dibentuk oleh satu tempat saja. Lahir dan besar di Okinawa, sempat menetap di Amerika Serikat, hingga kini berdiri di panggung global, identitas musikal Awich tumbuh dari pengalaman berpindah lintas negara. Menjadi perempuan Jepang di Amerika bukan pengalaman yang mudah, namun justru di sanalah ia memahami esensi hip hop yang sesungguhnya.
Bukan hanya soal musik, melainkan tentang ketangguhan, perjuangan hidup, dan keberanian menyampaikan cerita secara jujur.
Baca Juga: Dalam 5 Hari Sejak Dirilis, Mini Album 'DEADLINE' BLACKPINK Terjual 1,56 Juta
Baca Juga: 6 Tahun Sejak TREASURE, YG Entertainment Akan Debutkan Boy Grup
Baca Juga: Park Jihoon Akan Comeback Sebagai Penyanyi dengan Merilis Album Baru Pada Bulan April
Pengalaman di Atlanta tidak menghapus identitasnya. Saat kembali ke Jepang, Awich membawa pulang energi mentah hip hop Amerika dan meramunya dengan akar budaya Okinawa. Dari situlah karakter musiknya terbentuk: autentik, berani, dan sarat narasi personal membuatnya dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di skena hip hop Asia.