KVIBES.ID, JAKARTA - Telah dikonfirmasi bahwa empat perusahaan hiburan besar Korea—HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment—sedang berupaya membentuk usaha patungan untuk menciptakan festival global.
Baca Juga: Jelang Anniversary ke-30 Tahun, YG Entertainment Berencana Untuk Meluncurkan Project Besar
Menurut laporan Business Post pada tanggal 16 April, HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment baru-baru ini mengajukan pemberitahuan merger kepada Komisi Perdagangan Adil (FTC) untuk membentuk usaha patungan yang terkait dengan perencanaan konser.
Hal ini diyakini karena peninjauan FTC diperlukan selama pembentukan usaha patungan baru tersebut, mengingat HYBE diklasifikasikan sebagai grup perusahaan besar dengan aset melebihi 5 triliun won dan SM Entertainment merupakan afiliasi dari Grup Kakao, sebuah grup perusahaan besar.
Baca Juga: IVE Menjual Habis Seluruh Tiket Tur Dunia 'SHOW WHAT I AM' di Kyocera Dome Osaka
Baca Juga: KATSEYE Akan Comeback dengan Mini Album 'WILD' Pada Bulan Agustus
Seorang pejabat FTC mengatakan kepada Business Post melalui telepon, "Kami tidak dapat mengkonfirmasi apakah pemberitahuan merger individual telah diajukan. Karena detail peninjauan merger bervariasi tergantung kasusnya, sulit untuk menyatakan waktu pemrosesannya secara seragam."
Usaha patungan tersebut direncanakan akan dibentuk dengan keempat perusahaan hiburan tersebut memberikan kontribusi saham yang sama.
Baca Juga: Rilis Jadwal Promosi, NMIXX Akan Comeback Pada Bulan Mei
Baca Juga: The Rose Akan Hiatus Sementara Setelah Merilis Album dan Gelar Tur Rayakan Anniversary ke-10 Tahun
Namun, struktur tata kelola spesifik, seperti komposisi CEO dan struktur dewan direksi, belum diselesaikan.
Tampaknya proyek 'Phenomenon', yang direncanakan oleh Park Jin-young, Ketua Dewan Pertukaran Budaya Korea, untuk menciptakan festival yang melampaui Coachella, festival musik terbesar di dunia, berjalan sesuai rencana.